D135 jU5T B39inN1N6
Tampilkan postingan dengan label Unik Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unik Dunia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 April 2009

Semut Purba

Ahli Biologi Jerman mempublikasikan penemuan spesies Semut Baru di hutan Amazon,Brazil, pada tahun 2007. Spesies tersebut dipercaya sebagai semut tertua yang ada di muka bumi ini. Peneliti dari Natural Hystori Museum itu menyebut umur semut purba tersebut mempunyai panjang 3mm, dan telah ada sejak 120 Tahun yang lalu..ckckck.. Berarti Sahabat harus memanggil di Kakeknya kakek cicit.. he..




Jawa Pos, Kamis 18 september 2008

Gaun Dari Tisu

Cantik bukan Sahabat, GAUNnya bukan MODELnya, gaun yang digunakan tersebut adalah hasil kreator busana yang sedang melakukan Fashion Show di Toronto, Kanada. Sahabat tahu busana yang dikenakan tersebut berbahan dari apa?? Dari Tissu Toilet, bukan tissu bekas pakai tentunya.. hehe.. Rancangan ini TIDAK didesain untuk menghadiri suatu pesta.. Sahabat tau sendiri Sifat Tissu seperti apa.. daripada nanti sobek terus kelihatan tiiiiitttt (wah kena sensor deh..). he...



Jawa Pos, Minggu 21 September 2008

Jumat, 03 April 2009

Pelukis Air Mata

Pelukis Air Mata
Melukis dengan cat minyak dan cat air sudah biasa, namun dengan air mata itu baru berita, dialah Ru Anting,56,warga Leuyong,Henan,Tiongkok, dapat melukis kaligrafi dengan air matanya. Belum lama ini dia mendemonstrasikan kepiwainya itu menulis 4 karakter, "Fu Ru Dong Hai" yang berarti "Keberuntungan seluas lautan", pada papan yang ditutupi jertas merah, sejak kecil warga Luoyang ini mampu menembakan air matanya secara akurat dalam jarak 3 meter..


Jawa Pos, Kamis, 18 Oktober 2008

Lego Pencakar Langit

Juri dari Guiness World Record berdiri di depan tumpukan Lego yang menjulang sampai 29,48 meter di Wina,Austria. Lego yang mirip menara ini memecahkan rekor sebagai struktur lego tertinggi di dunia. Pembuatnya, Therkelsen dan Knudsen asal Denmark, membutuhkan sekitar 2 minggu untuk menyusun 100 ribu bongkahan plastik kecil sehingga tingginya setara dengan gedung di sekitarnya.





Jawa Pos, Senin 6 Oktober 2008

ASI Untuk Menu Restoran

ASI saat ini tidak hanya bahan konsumsi pokok untuk bayi.
Hans Locher, pemilik restoran Storchen di kawasan elit Wintherthur ini, membuat terobosan baru unutk menu makanannya, ASI (Air Susu Ibu), susu ini digunakan unutk merebus daging, memasak sup, maupun menu lain yang disajikan di restorannya, Bahkan dia mencoba salah satu jenis menu yang 75% bahan nya adalah ASI.
"Kita Dibesarkan dengan ASI. Jadi, mengapa kita tidak memasukan ke dalam menu kita", ujar Locher, sang pemilik restoran.
Untuk mendapatkan ASI tersebut, sang pemilik restoran mengadakan pencarian donor ASI, akan dibayar $14,50 atau setara dengan Rp.135.000 per liter ASI.

Minggu, 15 Maret 2009

Apa Itu Yeti..

Apa Itu Yeti?
Yeti adalah mahkluk yang memiliki wajah menyerupai kera, tetapi mempunyai cara berjalan yg tegak layak nya manusia, Mahkluk ini menempati daerah dingin dengan intensitas salju yg cukup tebal, ya.. karena kulit tubuh yeti yg banyak ditumbuhi rambut tebal memang didesain untuk iklim yang dingin, sampai saat ini banyak dugaan bermunculan bahwa yeti tinggal di Pegunungan Himalaya di antara Nepal dan Tibet, Meh-Teh adalah nama lain dari mahkluk ini, mahkluk ini masih menjadi bagian dari mitos dan sosok yang misterius bagi penduduk di sekitaran Peg. Himalaya.
Di Nepal Mahkluk ini dikenal dengan sebutan "Bonmanche" yang berarti "Manusia Liar", mahkluk ini juga mendapat sebutan "Kanchanjunga rachyyas" yang memiliki arti "Iblis Kanchanjunga."

Gambar di samping adalah gambar perbandingan antara jejak kaki yeti(kiri) dan jejak kaki manusia(kanan).
Gambar di samping di ambil oleh Yoshiteru Takahashi ketua proyek dari Jepang yang mencari bukti-bukti keberadaan yeti, jejak kaki yeti ditemukan di atas salju Gunung Dhaulagiri,Katmandu,Nepal pada ketinggian 4400 meter


Benarkah Yeti ada di kawasan Peg. Himalaya?
Bukti yang diperoleh tim penyelidik dari Jepang ini sedikit membuka tabir misteri mengenai keberadaan mahkluk menyerupai manusia.
Tim ini mendapatkan jejak kaki yeti setelah melakukan penyelidikan selama 42 hari di lereng Gunung Dhaulagiri di Nepal Utara, dari jejak tersebut diketahui bahwa jejak kaki yeti memiliki panjang sekitar 20cm dan memiliki bentuk menyerupai jejak kaki manusia normal
Ditambahkan oleh Yagihara yang juga merupakan anggota tim penyelidik itu, bahwa dengan menggunakan kacamata binocularnya dia pernah melihat sesosok mahkluk berwarna coklat yang melintas, tapi sayang sekali karena jaraknya sangat jauh, dan terlihat samar, maka ia juga tidak bisa memastikan bahwa itu adalah Yeti.

  1. Jawa Pos, Rabu 22 Oktober 2008
  2. Wikipedia